Padel adalah olahraga raket yang berkembang pesat di dunia, terutama di Spanyol, Amerika Latin, hingga kawasan Eropa. Belakangan, olahraga ini mulai populer di Asia termasuk Indonesia, karena dianggap lebih mudah dipelajari dibanding tenis, namun tetap seru dan kompetitif.
Ciri khas padel adalah dimainkan di lapangan yang lebih kecil dari tenis, dengan dinding kaca yang bisa digunakan untuk memantulkan bola. Inilah yang membuat permainan menjadi unik dan menantang. Namun, agar pengalaman bermain konsisten di seluruh dunia, lapangan padel harus mengikuti standar ukuran dan menggunakan material tertentu. Dengan mengikuti standar resmi, lapangan tidak hanya nyaman digunakan, tetapi juga aman, tahan lama, dan sesuai regulasi internasional.
Ukuran Standar Lapangan Padel
Ukuran lapangan padel sudah diatur resmi oleh Federación Internacional de Pádel (FIP) sehingga semua turnamen memiliki aturan yang seragam.
- Ukuran Lapangan Ganda
- Panjang: 20 meter
- Lebar: 10 meter
- Cocok untuk permainan 2 lawan 2, yang merupakan format paling umum dalam olahraga padel.
- Ukuran Lapangan Tunggal
- Panjang: 20 meter
- Lebar: 6 meter
- Digunakan untuk permainan 1 lawan 1, meski lebih jarang dibanding ganda.
- Dinding dan Pagar
- Dinding belakang: setinggi 3–4 meter, biasanya terbuat dari kaca tempered.
- Sisi samping: kombinasi kaca dan pagar kawat baja, dengan ketinggian rata-rata 3 meter.
- Garis Lapangan
- Semua garis digambar dengan warna putih atau warna kontras.
- Lebar standar: 5 cm, mirip dengan aturan pada lapangan tenis.
Standar ukuran ini penting karena jika lapangan dibuat terlalu kecil atau besar, ritme permainan akan terganggu dan tidak sesuai dengan regulasi internasional.

Material Lapangan Padel
Material yang digunakan pada lapangan padel harus memenuhi syarat khusus agar tahan lama, aman, dan mendukung permainan.
- Permukaan Lapangan
- Rumput sintetis berpasir: jenis paling populer, memberikan pantulan bola yang ideal dan pijakan yang empuk.
- Beton berlapis acrylic: alternatif yang lebih keras, biasanya digunakan di negara dengan iklim ekstrem.
- Syarat utama: tahan cuaca, anti-slip, dan mudah dirawat.
- Dinding Kaca dan Pagar Baja
- Kaca tempered 10–12 mm: mampu menahan benturan bola hingga kecepatan tinggi dan benturan pemain.
- Pagar baja galvanis: berfungsi sebagai pelindung tambahan, tahan karat, dan memberikan batas yang jelas bagi area permainan.
- Sistem Pencahayaan
- Direkomendasikan menggunakan lampu LED hemat energi.
- Ketinggian tiang lampu minimal 6 meter untuk menghindari silau.
- Intensitas cahaya harus merata agar tidak mengganggu pandangan pemain maupun pantulan bola di malam hari.
Dengan material yang tepat, lapangan bisa digunakan selama bertahun-tahun dengan perawatan minimal, sekaligus memberikan kenyamanan bermain yang maksimal.
Persyaratan Teknis dan Keamanan
Selain ukuran dan material, ada standar teknis yang tidak boleh diabaikan:
- Kemiringan Permukaan
Permukaan lapangan harus memiliki kemiringan sekitar 0,5% untuk memudahkan drainase. Hal ini mencegah air tergenang setelah hujan, yang bisa mengganggu permainan sekaligus merusak material lapangan. - Ketahanan Cuaca
Di negara tropis seperti Indonesia, material lapangan harus tahan panas dan kelembaban. Kaca yang digunakan harus anti pecah, baja harus tahan karat, dan rumput sintetis harus memiliki lapisan anti-UV agar tidak cepat rusak. - Keamanan Pemain
- Permukaan lapangan tidak boleh licin agar pemain tidak mudah tergelincir.
- Sudut lapangan harus dibangun dengan aman, tanpa bagian yang tajam.
- Dinding kaca harus memiliki instalasi kokoh agar tidak mudah goyah.
- Pantulan Bola
Bola harus bisa memantul dengan konsisten di seluruh area, baik saat memantul di permukaan lantai maupun dinding kaca. Hal ini menjaga permainan tetap adil dan menantang.
Biaya Pembuatan Lapangan Padel
Pembuatan lapangan padel memerlukan biaya yang tidak sedikit, karena materialnya khusus dan sebagian masih harus diimpor.
- Estimasi Biaya
- Lapangan standar dengan kaca tempered dan rumput sintetis: sekitar Rp1 miliar – Rp2 miliar.
- Biaya ini bisa lebih tinggi jika menggunakan material premium atau desain khusus (misalnya pencahayaan tambahan, atap pelindung, atau dekorasi eksklusif).
- Faktor yang Mempengaruhi Biaya
- Jenis permukaan: rumput sintetis lebih ekonomis dibanding acrylic.
- Kualitas kaca: kaca tempered impor biasanya lebih mahal.
- Pencahayaan: semakin tinggi kualitas lampu LED, semakin besar biaya awal, namun lebih hemat listrik jangka panjang.
- Lokasi: biaya transportasi material dapat menambah total pengeluaran, terutama di daerah yang jauh dari kota besar.
Meski investasi awalnya besar, lapangan padel memiliki potensi bisnis yang menjanjikan, baik untuk penyewaan, keanggotaan klub, maupun penyelenggaraan turnamen.
Lapangan padel memiliki standar internasional yang jelas: ukuran 20 x 10 meter untuk ganda, material utama berupa rumput sintetis, kaca tempered, dan pagar baja galvanis. Selain itu, aspek teknis seperti pencahayaan, drainase, serta faktor keamanan pemain wajib diperhatikan.
Pembangunan lapangan padel memang membutuhkan biaya yang signifikan, namun sebanding dengan peluang besar yang ditawarkan. Dengan meningkatnya tren padel di Indonesia, membangun lapangan sesuai standar bisa menjadi investasi yang menguntungkan sekaligus mendukung perkembangan olahraga ini di tanah air.